Senin, 07 April 2014

Patung Pancoran Dan Kisah Sedih Dibalik Pembuatannya

Patung Pancoran dengan nama lain Monumen
Patung Dirgantara adalah salah satu monumen
patung yang terdapat di Jakarta. Sebelumnyakami
pernah posting tentang makna patung patung di
jakarta. Letak monumen ini berada di kawasan
Pancoran, Jakarta Selatan. Tepat di depan
kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara
yang dulunya merupakan Markas Besar TNI
Angkatan Udara. Posisinya yang strategis karena
merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi
para pendatang yang baru saja mendarat di
Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Patung ini dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar
tahun 1964 - 1965 dengan bantuan dari Keluarga
Arca Yogyakarta. Sedangkan proses
pengecorannya dilaksanakan oleh Pengecoran
Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta
pimpinan I Gardono. Berat patung yang terbuat
dari perunggu ini mencapai 11 Ton. Sementara
tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan
kaki patung mencapai 27 Meter. Proses
pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama
Karya dengan IR. Sutami sebagai arsitek
pelaksana.
Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan
karena peristiwa Gerakan 30 September PKI di
tahun 1965.
Rancangan patung ini berdasarkan atas
permintaan Bung Karno untuk menampilkan
keperkasaan bangsa Indonesia di bidang
dirgantara. Penekanan dari desain patung
tersebut berarti bahwa untuk mencapai
keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan
sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat. Total
biaya pembuatan Patung Dirgantara atau Patung
Pancoran pada tahun 1964 adalah 12 juta rupiah.
Biaya awal ditanggung oleh Edhi Sunarso, sang
pemahat. Bung Karno menjual mobil pribadinya
seharga 1 juta rupiah pada waktu itu. Pemerintah
sendiri hanya membayar 5 juta rupiah. Sisanya,
sebesar 6 juta rupiah, menjadi hutang pemerintah
yang sampai saat ini tidak pernah terbayar.
Manusia besar dengan gagasan besar. Itu sebuah
julukan lain buat Bung Karno. Ciri-ciri manusia
besar, terletak pada peninggalannya yang kekal.
Dalam beberapa hal, Bung Karno memenuhi
kriteria itu. Ajarannya tentang Marhaenisme,
penemuan ideologi Pancasila, serta semangat
kebangsaan, setidaknya masih bisa kita rasakan
hingga detik ini. Sekalipun ia “dikubur” tiga
dasawarsa lamanya, jejak-jejak peninggalan dan
karya besar Bung Karno bergeming dari gerusan
zaman.
Selain ide dan gagasan berupa isme, ajaran,
spirit, dan nilai-nilai sosial dan politik, Bung
Karno juga mewariskan monumen-monumen. Ia
menggagas pembangunan masjid Istiqlal yang ia
targetkan melebihi kekokohan candi borobudur. Ia
merancang tugu selamat datang di Bundaran HI
yang menjadi icon ibukota. Ia mendirikan tugu
pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng. Ia
juga mengobarkan semangat bangsa melalui
Patung Dirgantara di Pancoran.
Nah, yang disebut terakhir, adalah fokus tulisan
ini. Boleh dibilang, itulah peninggalan terakhir
Bung Karno. Digagas tahun 1965, saat matahari
kekuasaannya sudah condong ke barat. Adalah
pematung Edhi Sunarso yang mendapat
kehormatan, mengerjakan pembuatan patung itu.
Sahabat anehdidunia.com Edhi adalah pematung
kesayangan Bung Karno. Ia pula yang ditunjuk
membuat patung “Selamat Datang” di Bundaran
HI.
Edhi ingat persis, ketika instruksi Bung Karno
diterimanya. Hatinya sempat mandeg-mangu,
ragu-ragu, bimbang, dan galau. Sebagai seniman
patung, ia belum pernah sama sekali membuat
patung dengan bahan perunggu. Sementara
perintah Bung Karno jelas, ia menghendaki patung
dengan bahan perunggu.
Saat raut wajahnya sulit menyembunyikan
perasaan hatinya, Bung Karno segera paham.
Maka, berkatalah Bung Karno kepada Edhi, “”Hey
Ed, kamu punya rasa bangga berbangsa dan
bernegara tidak? Apa perlu saya menyuruh
seniman luar untuk mengerjakan monumen dalam
negeri sendiri? Saya tidak mau kau coba-coba,
kau harus sanggup.”
Waktu satu minggu yang diberikan Bung Karno,
dijawab tuntas oleh Edhi dengan mengumpulkan
teman-teman pematung di Yogya, dan
mewujudkan harapan Bung Karno dalam replika
yang terbuat dari gypsum. Gaya melambaikan
tangan laiknya orang menyambut kedatangan
sahabat, diperagakan langsung oleh Bung Karno.
Gaya itu pula yang kemudian menjadi model pada
patung Tugu Selamat Datang di bundaran HI.
Nah, lain lagi kisah Patung Dirgantara, Pancoran.
Proyek itu sempat mangkrak, alias terhenti.
Peristiwa 30 September 1965, adalah pemicu
terancam gagalnya pembuatan patung itu. Bung
Karno menghadapi hantaman dari dalam negeri.
Ia didemo nyaris tiap hari. Klimaksnya adalah
penolakan MPRS atas pertanggungjawaban Bung
Karno, terhadap peristiwa pemberontakan PKI
tadi. Buntutnya sama-sama kita ketahui, Bung
Karno dilengserkan, dan Soeharto diorbitkan.
Nasib patung Dirgantara yang digagas Bung
Karno sebagai simbol semangat bangsa,
terombang-ambing. Meski begitu, Bung Karno
bukan manusia yang meninggalkan sejarah ke-
plin-plan-an. Bung Karno tidak pernah
mengajarkan sikap yang kurang bertanggung
jawab. Alhasil, sekalipun nasibnya sendiri di ujung
tanduk. Posisinya sebagai presiden terancam.
Tekanan dalam dan luar negeri menghimpit
dirinya, Bung Karno tetap komit.
Ia menyempatkan diri untuk memantau
perkembangan proyek patung dirgantara tadi.
Kepada Bung Karno, dengan nada prihatin, Edhi
melaporkan kemandegan proyek tadi. Sekalipun
pedestial atau tiang penyangga patung sudah
selesai, tapi pekerjaan terancam mandeg, karena
pemerintahan transisi tidak menggubrisnya. Di
sisi lain, dalam status tahanan politik, dalam
kondisi badan yang makin ringkih digerogoti sakit
ginjalnya, Bung Karno keukeuh menuntaskan
proyek terakhirnya.
Edhi sendiri tak sanggup meneruskan pekerjaan
itu, mengingat dirinya pun sudah dililit utang
untuk pekerjaan itu. Maklumlah, semua proyek
pembuatan monumen yang ia kerjakan atas
perintah Bung Karno, tidak menggunakan
semacam dokumen perintah resmi negara. Murni
soal kepercayaan.
Atas kondisi tersebut, Bung Karno lantas
memanggil Edhi dan memberinya uang Rp 1,7
juta. Belakangan Edhi baru tahu, uang itu hasil
penjualan mobil pribadi Bung Karno. Dengan uang
itu, sekalipun belum cukup menutup semua biaya,
Edhi langsung menuntaskan pengerjaan patung
Dirgantara.
Alkisah… di pagi yang cerah, di hari Minggu
tanggal 21 Juni 1970, Edhie sedang berada di
puncak Tugu Dirgantara. Tiba-tiba, melintas
iring-iringan mobil jenazah. Salah seorang
pekerja di bawah sontak memberi tahu Edhi,
bahwa yang barusan lewat adalah iring-iringan
mobil jenazah… jenazah Bung Karno, sang
penggagas Tugu Dirgantara.
Lemas lunglai Edhi demi mendengar berita itu. Ia
pun langsung turun dari puncak Tugu Dirgantara,
dan menyusul ke Blitar, memberi penghormatan
terakhir kepada Putra Sang Fajar.
Belum usai duka berlalu, Edhi bersemangat
menuntaskan amanat terakhir Bung Karno.
Sekalipun pekerjaan itu meninggalkan utang
negara. Sekalipun patung itu tidak pernah
diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Tugu
Dirgantara tegar berdiri, menggelorakan semangat,
mengekspresikan wajah Gatotkaca. Wajah
perkasa yang menyimpan duka di balik
pembuatannya.
Beberapa cerita tentang misteri acungan tangan
patung pancoran
Konon patung pancoran menunjuk sebuah tempat
dimana bung karno meletakkan harta
kekaya'annya yg dipercaya dapat melunasi
hutang negara.
Beberapa orang menceritakan bahwa patung ini
menghadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa
yang merupakan jantung peradaban bangsa
indonesia selama di jajah belanda.
Namun ada juga yang bilang dulu maksud di
bangunnya tugu pancoran adalah untuk
menyatakan bahwa kiblat politik indonesia adalah
ke RUSIA arah komunis???
Tugu pancorana punya nama asli patung
dirgantara jadi arah utara yang di tunjukan oleh
jari tugu pancoran tersebut adalah lokasi bandara
di jakarta yang dulu ada di kemayoran jakarta
sebelum di pindah kan ke cengkareng
Bagaimanapun juga cerita dari tugu pancoran
atau patung pancoran tersebut, sesekali
sempatkan untuk mengagumi hasil karya anak
bangsa kita dan ambil hikmah postifnya bahwa
tugu tersebut masih semangat tegak berdiri
bagaimanapun permasalahan yang dihadapi
bangsa kita ini. SEMANGAT!!!

Keutamaan Dzikir 'Subhaanallaah al-'Adziimi Wabihamdihi'

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb
semesta alam. Shalawat dan salam atas
Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-,
keluarga dan para sahabatnya.
Menyebut nama Allah adalah nikmat yang besar
dan karunia yang agung. Berdzikir kepada-Nya
membuat hati tenang dan jiwa tentram. Ruh juga
akan hidup dan sehat dengannya. Sehingga,
dalam kehidupannya yang diwarnai suka & duka,
peluang & tantangan, seorang hamba sangat
butuh kepada dzikrullah.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
permisalan antara hati orang yang berdzikir dan
tidak berdzikir, “Perumpamaan orang yang
berdzikir dengan orang tidak berdzikir adalah
seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Al-
Bukhari dalam Shahihnya, dari hadits Abu Musa
al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu )
Dzikir mengundang cinta Allah dan keridhaan-
Nya. Dzikir juga menjadi sarana penghapus
kesalahan dan dosa. Selain itu, dzikir bisa
menjadi sebab berlipatnya pahala dan
memperberat timbangan kebaikan.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu , Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻧَﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﻇَﻦِّ ﻋَﺒْﺪِﻯ ﺑِﻰ ، ﻭَﺃَﻧَﺎ ﻣَﻌَﻪُ
ﺇِﺫَﺍ ﺫَﻛَﺮَﻧِﻰ ، ﻓَﺈِﻥْ ﺫَﻛَﺮَﻧِﻰ ﻓِﻰ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﺫَﻛَﺮْﺗُﻪُ ﻓِﻰ
ﻧَﻔْﺴِﻰ ، ﻭَﺇِﻥْ ﺫَﻛَﺮَﻧِﻰ ﻓِﻰ ﻣَﻸٍ ﺫَﻛَﺮْﺗُﻪُ ﻓِﻰ ﻣَﻸٍ ﺧَﻴْﺮٍ
ﻣِﻨْﻬُﻢْ
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan
hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-
Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku
akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia
mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan
mengingatnya di kumpulan yang lebih baik
daripada pada itu (kumpulan malaikat). ” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu , ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda ,
ﻛَﻠِﻤَﺘَﺎﻥِ ﺧَﻔِﻴﻔَﺘَﺎﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﺛَﻘِﻴﻠَﺘَﺎﻥِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤِﻴﺰَﺍﻥِ
ﺣَﺒِﻴﺒَﺘَﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻭﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢِ
" Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat
ditimbangan, dan dicintai oleh Al-Rahman (Allah)
: Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil
'Adzim. " (HR. Muttafaq 'Alaih)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu , Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻓِﻲ ﻳَﻮْﻡٍ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﻣَﺮَّﺓٍ
ﺣُﻄَّﺖْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻩُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻣِﺜْﻞَ ﺯَﺑَﺪِ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ
"Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa
Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-
Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan
segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak
buih dilaut." (Muttafaq 'alaih)
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam
dalam Taudhih al-Ahkam menjelaskan tentang
fadhilahnya, "Maka barangsiapa yang menyucikan
Allah (bertasbih) dan memuji-Nya (tahmid)
sebanyak 100 kali pada pagi dan petang hari,
niscaya mereka akan memperoleh pahala yang
sangat besar; berupa diampuninya seluruh dosa
dan kesalahannya meskipun jumlahnya amat
banyak seperti buih di lautan. Hal ini adalah
merupakan keutamaan yang mulia dan pemberian
yang melimpah."
Beliau melanjutkan, "Para ulama menyempitkan
makna dari dosa-dosa yang akan diampuni
dengan zikir ini, yaitu dosa-dosa kecil saja.
Adapun dosa-dosa besar, tidak ada yang dapat
menghapusnya kecuali taubat nasuha. Tetapi
Imam al-Nawawi berkata: apabila seseorang
tidak memiliki dosa-dosa kecil, maka diharapkan
zikir tersebut dapat meringankan dosa-dosa
besar yang telah ia lakukan."
. . . Dzikir mengundang cinta
Allah dan keridhaan-Nya. Dzikir
juga menjadi sarana penghapus
kesalahan dan dosa. . .
Keutamaan Subhaanallaah al-'Adziim
Wabihamdihi
Di antara kalimat dzikir yang disyariatkan
memiliki keutamaan khusus, ditanamkan satu
pohon kurma di surga untuk pembacanya.
Kalimat dzikir tersebut adalah: Subhaanallaah
al-'Adziim Wabihamdihi.
Dari Jabir Radhiyallahu 'Anhu , dari Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam , beliau bersabda:
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻏُﺮِﺳَﺖْ ﻟَﻪُ
ﻧَﺨْﻠَﺔٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
"Siapa yang membaca Subhaanallaah al-'Adziim
Wabihamdihi , maka akan ditanamkan untuknya
satu pohon kurma di surga." (HR. Al-TirmiDzi;
beliau berkata: hadits hasan shahih gharib.
Dishahihkan juga oleh Ibnu Hibban dena al-
Hakim dengan disepakati imam Al-Dzahabi)
Kalimat pendek dan ringan diucapkan lisan.
Namun bisa menghasilkan sesuatu yang sangat
istimewa di kehidupan akhirat kita. Dari satu
kalimatnya ditanamkan satu pohon kurma di
surga. Bagi perindu surga tidak boleh
meremehkannya. Setiap kebaikan yang mampu
dan berkesempatan mengamalkannya agar ia
kerjakan, walaupun dalam bentuk kebaikan yang
sangat kecil dan ringan. Karena terkadang,
seseorang dirahmati dan dimasukkan surga
karena sebab amal-amal ringannya. “Surga lebih
dekat kepada salah seorang kalian daripada tali
sandalnya,” bunyi hadits riwayat al-Bukhari.
Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Baca: Zikir Ini Memperbanyak Tanaman Untuk Kita
di Surga

ANONYMOUS HANTAM ISRAEL

Para
aktivis hacker dari kelompok Anonymous telah
menyerang ratusan situs milik berbagai
kementerian organisasi Israel.
Serangan secara online tersebut terjadi pada hari
Senin (7/4/2014) dengan media Israel
mengatakan bahwa beberapa situs, termasuk
situs milik Kementerian Pendidikan dan Otoritas
Bandara, telah diretas.
Anonymous mengatakan pada hari Ahad, "Pada 7
April 2014, kami menyerukan kepada saudara-
saudara dan saudari-saudari untuk meretas,
deface, membajak, membocorkan database,
mengambil alih admin, dan menghentikan DNS
Ruang Cyber Israel dengan cara apapun yang
diperlukan.
menyampaikan pesan kepada rezim Israel,
Anonymous juga mengatakan bahwa serangan
lebih lanjut pada rakyat Gaza, yang telah dibanjiri
oleh limbah anda, diteror oleh aparat militer
anda, dan dibiarkan mati di perbatasan ketika
menunggu bantuan medis TIDAK akan ditolerir
lagi."
Kelompok itu, yang mengacu pada pengepungan
Israel di Gaza sejak 2007, berjanji untuk tidak
berhenti sampai "Palestina bebas."
Serangan maya pertama kelompok Anonymous
terhadap Israel diluncurkan selama serangan Tel
Aviv di Gaza pada bulan November 2012. Sekitar
700 situs, termasuk situs Kementerian Luar
Negeri dan situs resmi presiden Israel, diretas
pada saat itu dan data pribadi dari sekitar 5.000
pejabat Israel diposting secara online.
Anonymous juga melakukan serangan serupa
pada tanggal 7 April 2013 ketika situs-situs
parlemen Israel, departemen dan organisasi
pemerintah lainnya berhenti berfungsi selama
beberapa waktu.

JALUR SELATAN SIAP DIBUKA

Jalur selatan
kereta api dibuka kembali, Senin pukul 22.58
WIB, setelah pengerjaan jalur rel yang longsor
di Kilometer 244+0/1 di Ciawi, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat, tuntas.
"Sebelumnya, jalur ini terputus selama 77 jam,
dan sudah dibuka kembali pada Senin (7/4)
pukul 22.58 WIB. KA Turangga
jurusan Bandung-Surabaya yang pertama
melintas di lokasi bekas longsor tersebut," kata
Vice Presiden Public Relation PT Kereta Api
Indonesia Sugeng Priyono ketika dihubungi
Antara, Senin.
Lokasi rel yang longsor yang mengkibatkan
anjloknya KA Malabar pada Jumat (4/4) pukul
18.06 WIB itu, tepatnya di antara Stasiun
Cirahayu dan Stasiun Ciawi.
Sebelum dilintasi KA eksekutif jurusan
Surabaya itu, dilakukan uji coba dengan
lokomotif dinas yang mengangkut gerbong batu
bilas atau batu kricak.
Kendati sudah dibuka lagi, namun masih
dilakukan pembatasan kecepatan di lokasi
tersebut.
Selain itu, alat berat juga disiagakan di lokasi
yang sementara ditempatkan posko
pengawasan khusus.
Setiap perjalanan KA yang melintas di jalur itu,
menurut dia, dipastikan akan dipandu petugas
dalam beberapa hari ke depan.
Pengerjaan jalur rel tersebut melibatkan 300
pekerja Satker Perhubungan secara nonstop
untuk menormalisasikan jalur itu.
Jalur rel dipindahkan sekitar tiga meter dari
jalur rel lama yang longsor. Rel yang diperbaiki
sepanjang 200 meter, dan tikungan di lokasi itu
menjadi lebih landai.

Tokoh Betawi minta Jokowi tuntaskan tugas gubernur

Sejumlah tokoh dan
ulama Betawi meminta Joko Widodo
menuntaskan masa jabatannya sebagai
Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun.
Salah satu dari mereka, mantan Wakil
Gubernur DKI Jakarta periode 1984-1987
Mayjen TNI (Purn) Eddie Nalapraya meminta
Jokowi menuntaskan kewajibannya sebagai
kepala daerah Provinsi DKI hingga lima tahun
sehingga seluruh program Jakarta Baru
terwujud.
"Kami tidak melarang Jokowi untuk maju
menjadi Presiden RI. Kami hanya menahan
beliau selama lima tahun agar menyelesaikan
tugasnya terlebih dahulu sebagai Gubernur DKI
Jakarta," kata Eddie dalam konferensi pers di
Jakarta, Senin.
Namun dia mengajak warga Betawi tidak
menjelek-jelekkan Jokowi atau pihak mana pun
yang mendukung keputusan Jokowi maju
sebagai salah satu calon presiden.
"Warga Betawi yang ingin menyampaikan
aspirasinya terkait keputusan Jokowi untuk
menjadi capres tahun ini, sampaikanlah dengan
cara yang sopan. Tidak perlu sampai menjelek-
jelekkan," ujar Eddie.
Pada kesempatan sama, ulama Betawi KH
Fahrurrozi Ishaq menilai selama satu setengah
tahun masa jabatan Jokowi dalam memimpin
Jakarta, belum banyak perubahan yang terjadi.
"Sejauh ini, saya belum lihat prestasi yang
banyak dari Jokowi sebagai upayanya
membuat Jakarta Baru. Masalah macet dan
banjir tidak kunjung selesai sampai sekarang,"
tutur Fahrurrozi.
Dia juga meminta Jokowi menuntaskan masa
jabatannya selama lima tahun sehingga janji-
janjinya membangun Kota Jakarta dapat
terpenuhi.
"Yang kami inginkan adalah Jokowi memenuhi
janji dan sumpahnya untuk mengabdi kepada
warga Jakarta selama lima tahun sehingga
permasalahan di ibukota ini selesai dan Kota
Jakarta semakin berkembang," kata dia.

TATA CARA MENCOBLOS PILEG 2014

Tatacara mencoblos agar surat suara yang
dicoblos dinyatakan sah adalah sebagai berikut :
1. Surat suara ditanda tangani oleh Ketua KPPS
dan
2. Tanda coblos hanya terdapat pada 1 (satu)
kolom yang memuat satu pasang calon, atau
3. Tanda coblos terdapat dalam salah satu
kolom yang memuat nomor, foto, dan nama
pasangan calon yang telah ditentukan, atau
4. Tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih
dalam salah satu kolom yang memuat nomor,
foto dan nama pasangan calon, atau
5. Tanda coblos terdapat pada salah satu garis
kolom yang memuat nomor, foto dan nama
pasangan calon, serta
6. Surat suara yang dicoblos adalah surat suara
yang ditetapkan KPUK.
7. Menggunakan alat pencoblos surat suara
yang telah disediakan,
8. Lubang hasil pencoblosan terdapat pada
surat suara yang tidak rusak, dan
9. Pada surat suara tidak terdapat tulisan atau
catatan.
10. Tanda coblos tembus secara garis lurus
(simetris) sehingga mengakibatkan surat
suara terdapat dua hasil pencoblosan tetapi
tidak mengenai kolom pasangan calon lain.